Friday, June 19, 2009

Antidote


aku sebenarnya sudah bosan mendengar perihal sang kekasih yang sering saja memeningkan kepala. main kayu tiga, panas baran, abusive, tortured (mentally and physically).

kawan,
sudah2lah tu.

satu dua kali (atau lebih dari itu) mungkin aku kasihan simpati, mengalir airmata, teresak2 bersama.

yang ke-entah-berapa-ratus-ribu-juta kali ni, aku mau muntah!

mungkin kamu perlu cium pipi kamu sendiri sebelum kamu usap belai wajah kekasih. fahami hendakmu sebelum kamu jadi hamba abadi dia.

aku tidak mahu kamu menjauh. aku cuma tak larat dah meng'absorb' setiap mililiter 'darah' kamu. katalah aku kawan yang teruk, katalah apa saja.

aku sudah beri banyak antidote. racun saja kamu telan. apa lagi yang harus aku lakukan? bunuh jantan keparat itu? atau mandrem kamu?

kawan, aku tidak ingin lari dari kamu. tapi jika aku hanya menyusahkan kamu, biar aku hilangkan jejak dari kamu.

apa mungkin aku akan buat macam batu, bila kamu jatuh lubang yang sama? kali ini Tok Rimau ternganga luas menunggu habuan.

oklah. mungkin tak se-tragik itu kan? text saja aku kalau kamu rasa perlu.


No comments: